Final TOP 11 Produce 101 Season 2

 

Sudah ngefans dari musim pertama jadi aku ga pernah ngelewatin acara ini, apalagi pas tahu pesertanya para lelaki tampan, aku makin semangat aja menonton.

Seperti musim pertamanya, alur Produce 101 musim kedua dibuat mirip dengan musim pertamanya, meskipun ada beberapa konsep yang sengaja dibuat berbeda. Produce 101, seperti yang kita tahu (maksudku, bagi para fans-fans yang P101 yang tahu), dari seratus satu peserta acara ini akan dipilih sebelas peserta yang nantinya akan debut sebagai idol.

Musim kedua acara ini sudah heboh (menurutku), bahkan sebelum acaranya resmi dimulai.

Mulai dari skandal yang dibuat oleh pesertanya sampai beberapa idol yang tidak sukses (no offense) yang memutuskan untuk ikut acara ini. Ga seperti musim pertama yang menurutku hanya sedikit kontroversi-kontroversi yang dibuat pada masa itu, musim kedua lebih banyak membuat masalah dan berita-berita bahkan hingga penghujung acara. Daaann, aku ga berminat sih membahas skandal-skandalnya, karena aku cuma pingin review hasil akhirnya. Haha.

Sama seperti musim pertama, selama menonton, aku mulai menebak-nebak siapa yang bakal masuk TOP11 dan berhasil debut. Aku bahkan mengidolakan beberapa nama seperti Yoon Jisung, Park Jihoon, Kim Samuel, Kim Jonghyun, dan Ha Sungwoon. Tapi, sejak awal menonton, aku memang sudah suka banget dengan Yoon Jisung, si peserta kelewat tua yang cerewet dan kekanak-kanakan. Mungkin karena Jisung ssi lebih tua dari umurku sendiri makanya aku kelewat senang dengan peserta yang satu ini. Hehe. Sempat khawatir dan pesimis dengan Jisung ssi, karena ranking-nya selalu saja naik turun. Apalagi waktu ranking-nya turun dari ketiga menjadi ketujuh belas (kalau tidak salah), aku uring-uringan. Haha.

Ah, karena membahas Yoon Jisung, aku jadi kepingin bahas beberapa kesayangan lainnya (read: Yoon Jisung, Park Jihoon, Kim Samuel, Kim Jonghyun, dan Ha Sungwoon­). But well, aku bakal bahas mereka sembari aku bahas fokus utamaku di tulisan ini.

Jadi, siapa sih yang berhasil menjadi Top11 di episode terakhir dan akan debut menjadi member Wanna One? Cekidot… (more…)

[TV Series Review] Menonton 13 Reasons Why.


Hi?

Kali ini aku akan berbagi kesan setelah menonton serial TV Amerika tahun 2017 yang dirilis bulan Maret kemaren dengan judul, Thirteen Reasons Why.

Sebenarnya karena aku baru saja selesai menonton dan kurasa ini adalah serial yang menarik dan tidak mengecewakan untuk ditonton. Jadi, aku merekomendasikan pada teman-teman untuk menonton serial ini jika tertarik. ^^

So, serial TV ini diadaptasi dari novelnya Jay Asher dengan judul yang sama, Thirteen Reasons Why. Ada tiga belas episode dengan durasi sekitar 1 jam setiap episode. Thirteen Reasons Why ini menceritakan tentang seorang gadis SMA yang stress akibat bullying dan kegagalannya mencari teman yang sebenarnya di sekolah sehingga membuat dirinya memutuskan untuk bunuh diri. Tapi, sebelum kematiannya, dia merekam 13 rekaman suaranya yang menjelaskan tentang 13 alasan kematiannya dan kemudian rekaman itu ia kirim kepada orang-orang yang terlibat dan menjadi alasan kematiannya. (more…)

[POEM] Menyerah

Ragaku remuk.
Padahal perut masih gemuk,
senyum masih merekah,
bahkan rona masih cerah.
Andai masih bisa sesumbar,
mungkin aku akan berkoar.
Tapi sial, aku sudah gentar.

Emak!
Bapak!
Anakmu luluh lantak.
Hatinya retak,
barangkali otaknya ikut rusak.
Jantung pun lupa cara berdenyut.
Dan, mimpinya hampir hanyut.

Malang, seribu malang,
anakmu tak bisa pulang.

 

(Cca Tury, 2017)

REKOMENDASI DRAMA KOREA TAHUN 2016

film

credit pic: somewhere from google


Daaan, tidak terasa besok sudah tahun 2017. Sebelum mengucapkan selamat tinggal tahun 2016 dan selamat tahun baru 2017, maka saya di sini akan merekomendasikan beberapa drama-drama Korea yang saya tonton di tahun 2016.

Sebenarnya banyak sekali drama yang tayang pada tahun 2016 ini, dan saya juga menonton cukup banyak drama-drama tersebut karena memang saya gila sekali dengan drama Korea. Tapi, di sini saya hanya akan merekomendasikan beberapa saja yang menurut saya bagus dan menarik untuk di tonton.

So, cekidot … (more…)

[Fiksi] Perawatan Wajah

masker wajah

credit pic: somewhere from google.


“Hai Jo? Selamat malam? Eh, apa di sana sudah malam? Di sini masih terlalu pagi sampai-sampai aku malas untuk beranjak dan pergi mandi. Padahal aku harus ke kampusku pagi-pagi sekali. Oh ya, sebenarnya aku mau tanya sesuatu? Tapi, apa tidak mengganggu? Kau sudah tidur? Atau senang menulis tentang oppa-oppa kesukaan?”

Ketika membaca pesannya, aku berdecak. Sebenarnya agak senang juga sih, karena sebelum ini dia tidak pernah mengetik pesan sepanjang ini. Dia lebih suka merekam suara dan lalu mengirimnya untukku via telepon pintar.

Lagi pula, tidak biasanya dia mengirim pesan lebih dulu, akulah yang selama ini serta merta mengganggu dengan pesan-pesan yang kukirim beruntun. “Kau tahu? Ini subuh dan wow, tumben sekali mengetik pesan? ada apa dengan suara merdumu?” Aku menggoda.

“Oh, ini sebenarnya, Hah! itulah mengapa aku mengirim pesan teks, aku sedang tidak bisa bicara.”

“Kenapa? Kau sakit? Musim dingin di sana mengganggumu?” Ini aku benar khawatir padanya, tidak sedang bercanda ketika mengetik pesan.

“Ah, tidak. Aku sedang memakai masker perawatan di wajahku. Itulah mengapa aku tidak bisa merekam suara. Oh ya, aku ingin bertanya padamu loh?”

Rahangku jatuh ketika membaca pesannya, aku bahkan tertarik merekam gelakku dan mengirimnya mendadak.

“Ini maksudnya kau sedang mengejek?” Lagi-lagi dia mengirim pesannya. “Oh Joana, kumohon, aku sedang serius.” Dia menggerutu.

Setelah bisa kuredam kekehanku, aku menulis pesanku kembali. “Jadi apa itu pertanyaanmu?” Ini juga tumben sekali. Biasanya akulah yang sibuk bertanya, apalagi jika itu terpaut masalah tugas sekolah, dengan sangat tidak sungkan dan semena-mena aku gemar mengganggunya. Bagiku, dia yang paling intelek di dalam kelas semasa kami sedang bersekolah bersama, jadi memang tidak ada tempat bertanya yang paling mujarab selain dirinya.

“Kau tahu berapa lama aku harus bertahan dengan masker wajahku? Sungguh, ini mengganggu sekali.”

Aku tertawa lagi, lucu saja dengan tingkahnya. Dia sungguh luar biasa akhir-akhir ini. “Lagi pula mengapa harus pakai masker sih?” Bukannya menjawab, aku malah kembali bertanya. Dia bahkan belum pernah mencoba perawatan wajah apa pun selama ini, bagaimana bisa sekarang mencoba untuk memakainya. Sungguh, ini benar-benar membuatku tergelak.

“Kau tahu? Di sini musim dingin dan wajahku menjadi kering lantas mengelupas, itulah pentingnya masker perawatan di saat seperti ini?”

Ah, iya. Aku hampir saja lupa, padahal sejak minggu lalu ia selalu mengeluh dan terus memberitahu tentang bagaimana cuaca di tempat tinggal barunya. Dia bahkan tidak sungkan mengirimi foto-fotonya yang memakai baju berlapis sehingga dirinya terlihat sedikit mengembang dari biasanya. “Kurasa itu tidak harus lama, cukup lima belas menit atau dua puluh menit saja.”

“Wah, begitukah? Jadi aku harus melepasnya.” Begitu pesan darinya setelah itu.

Baru saja aku akan mengetik pesan untuk jangan terlalu sering memakai masker perawatan wajah karena semakin lama kulit akan mengikis dan juga menanyakan apa teman merantau lainnya juga mengalami hal yang sama seperti itu. Tapi, malah pesan suaranya datang.

“Ya sudah kalau begitu. Selamat tidur kembali, Joanaku.” Ada kekehan manja di akhir pesan suaranya.

Aku mendesah, lantas menghapus semua tulisan pesanku. Kalau sudah begini, kuputuskan untuk tidak membalas saja.

Huh! Tidak keren sama sekali, dia mengirim pesan di dini hari hanya untuk menanyakan tentang masker perawatan wajahnya. Dia bahkan tidak menanyakan bagaimana kabarku, padahal sudah dua hari kami tidak berkomunikasi. Dan ih, ada apa dengan sebutan ‘Joanaku’ itu? Jangan bilang dia menggodaku lagi!

 ***

8 Alasan Mengapa Harus Menonton Drama W – Two Worlds.

W Two Worlds


Jangan ngaku penggila drama korea kalau ga tahu dengan drama yang satu ini. W – Two Worlds adalah drama yang baru saja selesai dan digantikan oleh drama Shopping King Louisnya Seo In Guk oppa.

Drama ini memang berbeda dari drama-drama lain sehingga ratingnya pun sempat naik di beberapa episode. Dan, episode akhir kemarin dengar-dengar ratingnya turun drastis, namun tetap jadi yang pertama dari drama-drama lainnya yang punya waktu tayang bersamaan.

Karena sudah selesai menonton hingga akhir dan hasilnya cukup memuaskan setelah dibuat berdebar-debar selama enam belas episode, akhirnya kuputuskan untuk membuat beberapa alasan kenapa harus menonton drama ini, menurutku.

So, cekidot… (more…)